Senin, 07 Mei 2012

Perenang Olimpiade Diminta Tingkatkan Prestasi
 
 Perenang Indonesia, merayakan kemenangan seusai menjuarai nomor 4x100 meter gaya ganti estafet putra di Stadion Renang Jakabaring, Sumatera Selatan, Kamis (17/11/11). I Gede Siman Sudartawa, Indra Gunawan, Glen Victor Sutanto dan Triady Fauzi merebut medali emas sekaligus memecahkan rekor baru SEA Games di nomor ini dengan catatan waktu 3:41,35 detik.

JAKARTA — Para perenang Indonesia yang telah lolos ke Olimpiade London diharap mampu mempertajam catatan waktu mereka.

Wakil Sekretaris Jenderal Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Abdurrachim mengatakan, atlet-atlet renang Indonesia diharapkan dapat memperbaiki prestasi jelang Olimpiade 2012 di London.
  
"Masuk ke olimpiade merupakan pencapaian yang bagus bagi atlet. Tetapi, kami berharap mereka dapat memperbaiki catatan waktu mereka sendiri di kejuaraan-kejuaraan jelang olimpiade nanti," kata Abdurrachim di Jakarta, Senin (7/5/2012).
  
Saat ini empat atlet renang Indonesia lolos ke olimpiade melalui klasifikasi B. Keempat atlet tersebut yaitu Indra Gunawan untuk nomor 100 meter gaya dada, I Gede Siman Sudartawa untuk 100 meter gaya punggung, Glenn Victor untuk 100 meter gaya kupu-kupu, dan Triadi Fauzi untuk 200 meter gaya punggung.
  
"Kami berharap catatan waktu mereka bisa diperbaiki Jadi, kalau awalnya mereka lolos kualifikasi B bisa jadi lolos kualifikasi A. Dan itu sebuah prestasi yang membanggakan," ujarnya.
  
PRSI akan mengirimkan atlet-atlet renang untuk mengikuti dua kejuaraan di Eropa, yakni Italia dan Portugal. Sementara itu, pada 3-6 Mei 2012 lalu, PRSI juga mengirimkan 10 atlet pada kejuaraan renang Malaysia Terbuka, termasuk Siman, Glenn, dan Triadi.
  
"Yang terpenting adalah progress dari atlet itu sendiri. Itu adalah target kami yang paling realistis," katanya.
  
Menurut Abdurrachim, kemampuan atlet renang Indonesia sejauh cukup bagus untuk kawasan regional Asia Tenggara. Namun, untuk tingkat olimpiade, kemampuan atlet Indonesia belum diperhitungkan.
  
"Kami tidak ingin mimpi di siang bolong, atlet kita belum bisa berbicara banyak di ajang olimpiade. Tapi kami terus berusaha, minimal atlet bisa memperbaiki catatan prestasinya sendiri, jangan dulu bicara medali," tambahnya.
  
"Namun, ini bukan berarti putus asa, kami hanya berusaha untuk rasional saja. Setidaknya ketika mereka bagus tampil jelang dan saat olimpiade dengan catatan waktu mereka, ketika berlaga di ajang yang levelnya lebih rendah seperti SEA Games, mereka tentunya bisa berprestasi." tukasnya.
  
PRSI sendiri juga berharap dengan mengikuti kompetisi bertambahnya jumlah atlet yang bisa lolos ke olimpiade selain keempat perenang tersebut. 
  
Atlet-atlet yang berpotensi untuk dapat lolos juga ke olimpiade yakni M Idham Basuki, Enny Susilowati, Yessy Yosaputra, Raina Saumi Grahana, Resa Kanya Dewi, Patiricia Yosita, dan Nico Biondi.

Minggu, 06 Mei 2012

Biaya Atlet ke Kanada Ditanggung PRSI
MAKASSAR - Persatuan Renang Seluruh Indonesia (PRSI) Sulawesi Selatan menyatakan anggaran yang digunakan Shelvy Melowa berlatih di Kanada sepenuhnya ditanggung pengurus.
    
Ketua Harian PRSI Sulsel Abd Muin di Makassar, Minggu, juga memastikan bahwa KONI maupun Pemerintah Provinsi Sulsel tidak berkontribusi dalam menyiapkan anggaran "Try Out" tersebut.
    
"Anggaran sebesar Rp195 juta itu merupakan tanggungan Ketua Umum PRSI Sulsel Sattar Taba. Kita tentu bersyukur memiliki  ketua yang sangat berkomitmen meningkatkan prestasi renang Sulsel di tingkat nasional," ujarnya.
    
Mantan Sekretaris Umum KONI Sulsel itu menjelaskan, komitmen yang ditunjukkan Sattar Taba seharusnya bisa dijadikan panutan pihak terkait. Sebab hal itu mampu menjaga peluang Sulsel merebut prestasi maksimal di Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau 2012.
    
Sebaliknya, lanjut Muin, pihak terkait justru tidak memiliki keseriusan maka tentu akan berdampak buruk bagi perkembangan prestasi olahraga Sulsel di masa yang akan datang.
    
"Beberapa atlet yang sempat saya temui memang merasa khawatir karena uang tranpsortasi yang kurang lancar. Kondisi itu tentu akan memberikan pengaruh negatif dalam menghadapi PON," ucapnya.
     
Sekretaris Umum PRSI Sulsel Aksa Amir sebelumnya mengatakan tim Polo Air Sulsel terpaksa batal mengikuti kejuaraan internasional polo air di Malaysia (4/5) karena ketiadaan dana.
     
PRSI Sulsel juga mengaku khawatir batalnya tampil di kejuaraan internasional itu justru memberikan dampak negatif bagi motivasi atlet, khususnya dalam mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) XVIII Riau 2012.
     
"Kita tentu sangat kecewa karena KONI Sulsel ternyata tidak memberikan anggaran yang kita minta. Mudah-mudahan motivasi atlet tidak menurun karena batal tampil di kejuaraan dunia," ujarnya.

Kamis, 03 Mei 2012

Kitajima Tangisi Kepergian Pesaing Beratnya
 Kosuke Kitajima dan Alexander Dale Oen
TOKYO — Peraih medali emas dalam dua olimpiade asal Jepang, Kosuke Kitajima, mengaku merasa kehilangan atas meninggalnya juara dunia Alexander Dale Oen.

Padahal, pertemuan antara Kitajima dan Dale Oen diperhitungkan akan menjadi atraksi yang sangat menarik di ajang Olimpiade London, Juli mendatang.

"Saya tidak mampu menghentikan tangis," kata Kitajima, yang juga merupakan perenang gaya dada melalui akun Twitter miliknya.

Perenang Norwegia, Alexander Dale Oen, ditemukan meninggal dunia di pusat pelatihan di AS dalam usia 26 tahun, Senin lalu. Dale Oen yang merupakan juara dunia gaya dada diduga mengalami serangan jantung.

"Saya sangat kaget dengan kepergian teman baik dan pesaing utama saya itu. RIP Alex," ungkap Kitajima (29), yang kini tinggal di Los Angeles.

Dale Oen diperkirakan akan menjadi perintang utama dari ambisi Kitajima untuk meraih emas ketiga olimpiade di nomor 100-200 meter gaya dada.

"Ia merupakan perenang yang hebat. Saya ingin berlomba lagi dengannya. Perasaan ini yang selalu memberi motivasi buat saya. Sekarang ada rasa hampa di hati saya," tulis Kitajima.
Ia merupakan perenang yang hebat. Saya ingin berlomba lagi dengannya. Perasaan ini yang selalu memberi motivasi buat saya.
-- Kosuke Kitajima

Rabu, 02 Mei 2012

Norwegia Diselimuti Duka
 ILUSTRASI
OSLO Kiriman bunga dan ucapan duka terus berdatangan, sebagai rasa simpati atas meninggalnya juara dunia renang Alexander Dale Oen.
Masyarakat Norwegia bak diselimuti duka yang mendalam, atas meninggalnya pahlawan olahraga mereka.
Seperti diberitakan sebelumnya, Oen dinyatakan meninggal dunia pada pukul 21.00 di Arizona, Amerika Serikat. Perenang berusia 26 tahun itu ditemukan sudah tergeletak di kamar mandi, tempat pusat latihan tim renang Norwegia.
Menurut tim dokter, Oen meninggal karena serangan jantung. Upaya penyelamatan sudah dilakukan. Namun, nyawa Oen tetap tak tertolong.
Penggemar dan berbagai kalangan komunitas olahraga Norwegia berkumpul di pusat latihan olimpiade di Oslo. Mereka meletakkan karangan bunga dan kartu tanda duka.
Kematian Oen juga menghiasi halaman muka surat kabar di Norwegia. Pesan duka juga disampaikan melalui jejaring sosial Facebook dan Twitter.

Selasa, 01 Mei 2012

Juara Dunia Renang Meninggal Mendadak
 Alexander Dale Oen
OSLO  - Juara dunia renang asal Norwegia Alexander Dale Oen, meninggal dunia diduga karena serangan jantung. Perenang berusia 26 tahun ini meninggal di kota Arizona, Amerika Serikat, Senin (30/4/2012) malam .
Berita meninggalnya Oen disampaikan Komite Olimpiade Norwegia. Oen merupakan juara dunia renang tahun 2011 untuk nomor 100 meter gaya dada.
Oen ditemukan tak bernyawa di kamar mandi oleh rekan-rekannya. Keberadaan Oen di Arizona dalam rangka latihan tim renang Norwegia untuk persiapan Olimpiade London.
Ola Ronsen, dokter tim renang Norwegia segera memeriksa kondisi Oen. Mobil ambulans juga datang tak lama beberapa saat kemudian. Namun, segala upaya untuk menolong nyawa Oen tak berhasil. Oen dinyatakan meninggal pada pukul 21.00 hari Senin malam.
"Ini menyedihkan dan tragis. Kami sudah berupaya menolongnya sesuai prosedur, namun tak berhasil," kata Ronsen.

Senin, 23 April 2012

Charlene, Ratu Yang Tak Lupa Kolam Renang
Puteri Charlene dan Pangeran Albert, raja Monaco 
JOHANNESBURG -  Para perenang Olimpiade asal Afrika Selatan mendapat tawaran menarik untuk mempersiapkan diri menghadapi pesta olahraga empat tahunan tersebut.

Tawaran datang dari permaisuri Raja Monaco, Puteri Charlene. Ia menawarkan penginapan di Eropa saat tim renang Afrika Selatan bersiap menghadapi Olimpiade London, Juli-Agustus.

Puteri Charlene sebelum menikah dengan Pangeran Albert, raja Monako,  adalah soerang perenang nasional Afrika Selatan. Dengan nama Charlene Wittstock, ia ikut dalam tim estafet Afrika Selatan di Olimpiade Sydney 2000.

Menurut Godfrey Monei, juru bicara  asosiasi renang Afrika Selatan, tawaran Puteri Charlene termasuk dengan menjamin akomodasi perenang Afrika Selatan saat ikut dalam invitasi renang Mare Nostrum pada 11-12 Juni.

"Ia mengatakan ingin membantu persiapan tim ke olimpiade," kata Monei. "Ia akan membantu dengan fasilitas, mungkin dengan menanggung biaya akomodasi buat para perenang."

Ratu Charlene, 34, bertemu Pangeran Albert di Mare Nostrum pada 2000 lalu. Ia memutuskan penisun dari dunia renang pada 2007 meski lolos ke Olimpiade Beijing 2008.

Kamis, 19 April 2012

Tim Pelatnas Renang Masih Tunggu Dana
Perenang Indonesia, merayakan kemenangan seusai menjuarai nomor 4x100 meter gaya ganti estafet putra di Stadion Renang Jakabaring, Sumatera Selatan, Kamis (17/11/11). I Gede Siman Sudartawa, Indra Gunawan, Glen Victor Sutanto dan Triady Fauzi merebut medali emas sekaligus memecahkan rekor baru SEA Games di nomor ini dengan catatan waktu 3:41,35 detik. 
SEMARANG - Tim renang Indonesia masih menunggu dana dan pelatnas Prima untuk mengikuti babak kualifikasi Olimpiade dalam bentuk kejuaraan renang Malaysia Open, 3-6 Mei 2012.
     
Manajer Tim Renang Indonesia Hartadi Nurjojo di Semarang, Kamis, mengatakan, hingga pelatnas berlangsung selama hampir dua bulan, tim pelatnas belum mendapat bantuan dana dari pelatnas Program Indonesia Emas (Prima).
     
"Kalau sampai keberangkatan tim ternyata dana itu belum turun, tentunya kita harus mencari dana talangan untuk memberangkatkan perenang Indonesia ke Malaysia karena kita berusaha memburu tiga tiket Olimpiade mendatang," katanya.
     
Dari tujuh perenang Indonesia yang masuk pelatnas Prima untuk persiapan tampil pada Olimpiade London, kata dia, Indonesia baru meloloskan empat perenang sedangkan tiga lainnya belum yaitu Idham Dasuki, Yessy Yosaputra, dan Enny Susilowati.
     
Empat perenang yang sudah mengantongi tiket ke Olimpiade London, Juli-Agustus mendatang adalah I Gede Siman Sudartawan (100 dan 200 meter gaya punggung) dan Indra Gunawan (100 meter gaya dada) melalui SEA Games XXVI/2011. Selain itu, Glenn Victor (100 meter gaya kupu) dan Triadi Fauzi (200 meter gaya kupu) melalui kejuaraan renang Singapura Terbuka 2011.

Padahal, kata dia, kejuaraan renang Malaysia Open mendatang merupakan salah satu program dari pelatnas Prima sebagai ajang memburu tiket Olimpiade bersama dengan dua kejuaraan renang di Eropa yaitu di Portugal dan Italia.

Pada kejuaraan renang Malaysia Open mendatang, kata Hartadi yang juga Ketua Harian Pengprov PRSI Jawa Tengah tersebut, semua atlet pelatnas Prima turun kecuali Indra Gunawan yang saat ini menjalani latihan di Hongaria.

Selain itu, katanya, PB PRSI juga menerjunkan empat perenangnya yaitu Patrsia Yosita, Raina Saumi, Ressa Kania Dewi, dan Nicko Biondi.   "Mereka berangkat dengan biaya dari induk organisasi olahraga renang di Tanah Air," katanya.

Selain itu, kata dia, beberapa provinsi juga menerjunkan perenangnya di Malaysia sebagai ajang uji coba sebelum tampil pada PON XVIII/2012,.   "Jawa Timur, Jabar, DKI Jakarta, dan Riau sudah mengirimkan daftar perenangnya untuk tampil di Malaysia mendatang," katanya.

Bahkan, kata dia, saat kejuaraan renang di Singapura beberapa waktu lalu juga sudah menerjunkan atletnya sebagai ajang uji coba. "Jadi mereka sudah dua kali menjalani pertandinga uji coba sebelum turun di PON mendatang," katanya.