Kamis, 03 Mei 2012

Kitajima Tangisi Kepergian Pesaing Beratnya
 Kosuke Kitajima dan Alexander Dale Oen
TOKYO — Peraih medali emas dalam dua olimpiade asal Jepang, Kosuke Kitajima, mengaku merasa kehilangan atas meninggalnya juara dunia Alexander Dale Oen.

Padahal, pertemuan antara Kitajima dan Dale Oen diperhitungkan akan menjadi atraksi yang sangat menarik di ajang Olimpiade London, Juli mendatang.

"Saya tidak mampu menghentikan tangis," kata Kitajima, yang juga merupakan perenang gaya dada melalui akun Twitter miliknya.

Perenang Norwegia, Alexander Dale Oen, ditemukan meninggal dunia di pusat pelatihan di AS dalam usia 26 tahun, Senin lalu. Dale Oen yang merupakan juara dunia gaya dada diduga mengalami serangan jantung.

"Saya sangat kaget dengan kepergian teman baik dan pesaing utama saya itu. RIP Alex," ungkap Kitajima (29), yang kini tinggal di Los Angeles.

Dale Oen diperkirakan akan menjadi perintang utama dari ambisi Kitajima untuk meraih emas ketiga olimpiade di nomor 100-200 meter gaya dada.

"Ia merupakan perenang yang hebat. Saya ingin berlomba lagi dengannya. Perasaan ini yang selalu memberi motivasi buat saya. Sekarang ada rasa hampa di hati saya," tulis Kitajima.
Ia merupakan perenang yang hebat. Saya ingin berlomba lagi dengannya. Perasaan ini yang selalu memberi motivasi buat saya.
-- Kosuke Kitajima

Rabu, 02 Mei 2012

Norwegia Diselimuti Duka
 ILUSTRASI
OSLO Kiriman bunga dan ucapan duka terus berdatangan, sebagai rasa simpati atas meninggalnya juara dunia renang Alexander Dale Oen.
Masyarakat Norwegia bak diselimuti duka yang mendalam, atas meninggalnya pahlawan olahraga mereka.
Seperti diberitakan sebelumnya, Oen dinyatakan meninggal dunia pada pukul 21.00 di Arizona, Amerika Serikat. Perenang berusia 26 tahun itu ditemukan sudah tergeletak di kamar mandi, tempat pusat latihan tim renang Norwegia.
Menurut tim dokter, Oen meninggal karena serangan jantung. Upaya penyelamatan sudah dilakukan. Namun, nyawa Oen tetap tak tertolong.
Penggemar dan berbagai kalangan komunitas olahraga Norwegia berkumpul di pusat latihan olimpiade di Oslo. Mereka meletakkan karangan bunga dan kartu tanda duka.
Kematian Oen juga menghiasi halaman muka surat kabar di Norwegia. Pesan duka juga disampaikan melalui jejaring sosial Facebook dan Twitter.

Selasa, 01 Mei 2012

Juara Dunia Renang Meninggal Mendadak
 Alexander Dale Oen
OSLO  - Juara dunia renang asal Norwegia Alexander Dale Oen, meninggal dunia diduga karena serangan jantung. Perenang berusia 26 tahun ini meninggal di kota Arizona, Amerika Serikat, Senin (30/4/2012) malam .
Berita meninggalnya Oen disampaikan Komite Olimpiade Norwegia. Oen merupakan juara dunia renang tahun 2011 untuk nomor 100 meter gaya dada.
Oen ditemukan tak bernyawa di kamar mandi oleh rekan-rekannya. Keberadaan Oen di Arizona dalam rangka latihan tim renang Norwegia untuk persiapan Olimpiade London.
Ola Ronsen, dokter tim renang Norwegia segera memeriksa kondisi Oen. Mobil ambulans juga datang tak lama beberapa saat kemudian. Namun, segala upaya untuk menolong nyawa Oen tak berhasil. Oen dinyatakan meninggal pada pukul 21.00 hari Senin malam.
"Ini menyedihkan dan tragis. Kami sudah berupaya menolongnya sesuai prosedur, namun tak berhasil," kata Ronsen.

Senin, 23 April 2012

Charlene, Ratu Yang Tak Lupa Kolam Renang
Puteri Charlene dan Pangeran Albert, raja Monaco 
JOHANNESBURG -  Para perenang Olimpiade asal Afrika Selatan mendapat tawaran menarik untuk mempersiapkan diri menghadapi pesta olahraga empat tahunan tersebut.

Tawaran datang dari permaisuri Raja Monaco, Puteri Charlene. Ia menawarkan penginapan di Eropa saat tim renang Afrika Selatan bersiap menghadapi Olimpiade London, Juli-Agustus.

Puteri Charlene sebelum menikah dengan Pangeran Albert, raja Monako,  adalah soerang perenang nasional Afrika Selatan. Dengan nama Charlene Wittstock, ia ikut dalam tim estafet Afrika Selatan di Olimpiade Sydney 2000.

Menurut Godfrey Monei, juru bicara  asosiasi renang Afrika Selatan, tawaran Puteri Charlene termasuk dengan menjamin akomodasi perenang Afrika Selatan saat ikut dalam invitasi renang Mare Nostrum pada 11-12 Juni.

"Ia mengatakan ingin membantu persiapan tim ke olimpiade," kata Monei. "Ia akan membantu dengan fasilitas, mungkin dengan menanggung biaya akomodasi buat para perenang."

Ratu Charlene, 34, bertemu Pangeran Albert di Mare Nostrum pada 2000 lalu. Ia memutuskan penisun dari dunia renang pada 2007 meski lolos ke Olimpiade Beijing 2008.

Kamis, 19 April 2012

Tim Pelatnas Renang Masih Tunggu Dana
Perenang Indonesia, merayakan kemenangan seusai menjuarai nomor 4x100 meter gaya ganti estafet putra di Stadion Renang Jakabaring, Sumatera Selatan, Kamis (17/11/11). I Gede Siman Sudartawa, Indra Gunawan, Glen Victor Sutanto dan Triady Fauzi merebut medali emas sekaligus memecahkan rekor baru SEA Games di nomor ini dengan catatan waktu 3:41,35 detik. 
SEMARANG - Tim renang Indonesia masih menunggu dana dan pelatnas Prima untuk mengikuti babak kualifikasi Olimpiade dalam bentuk kejuaraan renang Malaysia Open, 3-6 Mei 2012.
     
Manajer Tim Renang Indonesia Hartadi Nurjojo di Semarang, Kamis, mengatakan, hingga pelatnas berlangsung selama hampir dua bulan, tim pelatnas belum mendapat bantuan dana dari pelatnas Program Indonesia Emas (Prima).
     
"Kalau sampai keberangkatan tim ternyata dana itu belum turun, tentunya kita harus mencari dana talangan untuk memberangkatkan perenang Indonesia ke Malaysia karena kita berusaha memburu tiga tiket Olimpiade mendatang," katanya.
     
Dari tujuh perenang Indonesia yang masuk pelatnas Prima untuk persiapan tampil pada Olimpiade London, kata dia, Indonesia baru meloloskan empat perenang sedangkan tiga lainnya belum yaitu Idham Dasuki, Yessy Yosaputra, dan Enny Susilowati.
     
Empat perenang yang sudah mengantongi tiket ke Olimpiade London, Juli-Agustus mendatang adalah I Gede Siman Sudartawan (100 dan 200 meter gaya punggung) dan Indra Gunawan (100 meter gaya dada) melalui SEA Games XXVI/2011. Selain itu, Glenn Victor (100 meter gaya kupu) dan Triadi Fauzi (200 meter gaya kupu) melalui kejuaraan renang Singapura Terbuka 2011.

Padahal, kata dia, kejuaraan renang Malaysia Open mendatang merupakan salah satu program dari pelatnas Prima sebagai ajang memburu tiket Olimpiade bersama dengan dua kejuaraan renang di Eropa yaitu di Portugal dan Italia.

Pada kejuaraan renang Malaysia Open mendatang, kata Hartadi yang juga Ketua Harian Pengprov PRSI Jawa Tengah tersebut, semua atlet pelatnas Prima turun kecuali Indra Gunawan yang saat ini menjalani latihan di Hongaria.

Selain itu, katanya, PB PRSI juga menerjunkan empat perenangnya yaitu Patrsia Yosita, Raina Saumi, Ressa Kania Dewi, dan Nicko Biondi.   "Mereka berangkat dengan biaya dari induk organisasi olahraga renang di Tanah Air," katanya.

Selain itu, kata dia, beberapa provinsi juga menerjunkan perenangnya di Malaysia sebagai ajang uji coba sebelum tampil pada PON XVIII/2012,.   "Jawa Timur, Jabar, DKI Jakarta, dan Riau sudah mengirimkan daftar perenangnya untuk tampil di Malaysia mendatang," katanya.

Bahkan, kata dia, saat kejuaraan renang di Singapura beberapa waktu lalu juga sudah menerjunkan atletnya sebagai ajang uji coba. "Jadi mereka sudah dua kali menjalani pertandinga uji coba sebelum turun di PON mendatang," katanya.

Selasa, 17 April 2012

Amanda Pernah Berusaha Bunuh Diri
Amanda Beard 
NEW YORK — Tidak ada yang tahu di balik gemerlap hidup atlet renang yang kemudian menjadi model, Amanda Beard, tersembunyi kisah yang tragis.

Saat Amanda Beard meraih medali emas di kolam renang Olimpiade Atlanta 1996, ia langsung menjadi seorang "American darling", gadis yang paling dicintai seluruh rakyat Amerika. Cantik, muda (saat itu baru berusia 14), dan menyumbangkan medali emas buat Paman Sam.

Namun, orang tidak banyak yang tahu bahwa wajah cantik, prestasi yang tinggi, dan juga boneka Teddy bear yang dibawa Amanda ke mana pun hanya merupakan penutup kisah sedih gadis ini.

Bapak ibunya bercerai. Ia menjadi seorang remaja yang tumbuh tanpa pengawasan dan panutan. Amanda bahkan merayakan keberhasilannya meraih medali emas Olimpiade Atlanta dengan menenggak alkohol untuk pertama kali.

Seiring dengan prestasinya yang terus meningkat, Amanda merusak dirinya dengan terus mengonsumsi alkohol serta  drugs, seperti kokain, ekstasi, dan LSD.

Setelah mengembangkan kariernya sebagai model, Beard tak juga berhenti merusak dirinya. Ia terlibat hubungan cinta dengan banyak selebritas, berpose nude buat Playboy, dan dengan reputasinya sebagai model ia menjadi seorang pengidap bulimia, menghindari makanan agar tubuh tidak menjadi gemuk.

Puncaknya, Amanda mengalami depresi mental yang luar biasa yang membuatnya mencoba bunuh diri dengan memotong nadinya.

Namun, Amanda kini telah mampu mengatasi semua persoalan hidupnya, Berusia 30, ia hidup bahagia dengan suami dan seorang putra. Ia mencoba menggambarkan semua keberhasilan, masalah, dan ketakutannya lewat sebuah buku, In the Water They Can't See You Cry: A Memoir.

Rabu, 11 April 2012

Ibrahim Berenang Lintasi Perbatasan Malaysia-Brunei
JAKARTA- Ibrahim Rusli (47) seorang PNS di Kota Tarakan, Kalimantan Timur, akan berenang nonstop di laut melewati perbatasan dua negara, yaitu Malaysia dan Brunei pada 27 Mei 2012.
Berenang di laut sudah menjadi kebiasaan Ibrahim. Tanggal 12 Januari 2012 silam, Ibrahim berenang melintasi perbatasan Indonesia-Malaysia.
Ibrahim akan mengambil rute dari Sundar, Sarawak wilayah Malaysia menuju Brunei yang jaraknya 14 km. Waktu yang dibutuhkan Ibrahim sekitar delapan jam.
Berenang di laut sudah menjadi kebiasaan Ibrahim. Tanggal 12 Januari 2012 silam, Ibrahim berenang melintasi perbatasan Indonesia-Malaysia. Rutenya dari Pulau Sebatik di Indonesia menuju Tawau di Sabah, Malaysia, sejauh kurang lebih sembilan kilometer selama empat jam.
Seusai diterima Menpora Andi Mallarangeng, Rabu (11/4/2012), Ibrahim mengatakan, motivasinya adalah memperkenalkan pariwisata di Kota Tarakan.
Mantan anggota mahasiswa pecinta alam itu berharap kegiatan berenang di laut melintasi perbatasan negara itu ditiru anak-anak muda. Kegiatan Ibrahim didukung oleh Yayasan Garuda Nusantara.
Ketua Yayasan Garuda Nusantara Ul ly Sigar Rusady mengatakan, kegiatan tersebut diberi nama Ekspedisi Renang Lintas ASEAN. Misi kegiatan ini adalah persahabatan dan konservasi lingkungan hidup, kata Ully.